© 2019 Mutu Institute. All rights reserved.
All content of this website is owned by Mutu Institute. You may not copy, redistribute, or use any part of the content without written permission of Mutu Institute.

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
  • LinkedIn Social Icon
  • Mutu Institute BGS

Manfaat Mengikuti Pelatihan Sertifikasi Ahli K3 Konstruksi

Sektor konstruksi menjadi bidang pekerjaan paling rawan, dan memiliki tingkat

kecelakaan kerja tertinggi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian

Tenaga Kerja (Kemnaker) mencatat kalau angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi

selalu menempati posisi pertama. Secara rata-rata, terdapat sekitar 1.500 kasus

kecelakaan kerja di bidang konstruksi.


Tingginya angka kecelakaan kerja bidang konstruksi tidak hanya berlaku di wilayah

Indonesia. Data International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa terdapat

sekitar 6.000 kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa setiap harinya. Di

Indonesia, angka kematian akibat kecelakaan kerja di bidang konstruksi, berada di

kisaran 200 orang per tahun.

Alasan Tingginya Kasus Kecelakaan Kerja di Bidang Konstruksi di

Indonesia

Lalu, apa yang menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan kerja di bidang konstruksi

yang ada di wilayah Indonesia? Terkait hal ini, Anda bisa menemukan adanya 5

penyebab utama, yaitu:

  1. Kualitas SDM yang rendah Faktor utama yang menjadi pemicu angka kecelakaan kerja tinggi di bidang konstruksi adalah rendahnya kualitas SDM. Berdasarkan data Global Innovation Index tahun 2019, Indonesia menempati peringkat 85 dari total 129 negara. Kondisi tersebut sangat kontras dibandingkan Singapura yang menempati posisi 10 besar. Rendahnya kualitas SDM Indonesia tidak lepas dari latar belakang pendidikan. Menurut data BPS tahun 2019, mayoritas penduduk bekerja di Indonesia adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan SMP dan SD ke bawah, masing-masing sebesar 17,75% dan 40,51%.

  2. Pengetahuan tentang K3 konstruksi yang minim Kualitas SDM rendah juga dibarengi dengan tingkat pengetahuan tentang standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Sebagai buktinya, tenaga kerja yang memiliki sertifikasi ahli K3 konstruksi di Indonesia masih sangat minim. Menurut catatan Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, jumlah tenaga ahli K3 konstruksi di Indonesia hanya ada 150 ribu orang. Mereka yang telah memperoleh sertifikasi ahli K3 konstruksi di Indonesia mencakup karyawan dalam berbagai sektor, mulai dari pelaksana proyek, perencana, hingga pengawas. Padahal, secara ideal Indonesia memerlukan sekitar 500 sampai 750 tenaga di bidang konstruksi yang mengikuti dan telah lulus pelatihan sertifikasi ahli K3 konstruksi.

  3. Pemakaian bahan dan material konstruksi yang tak sesuai standar mutu Alasan selanjutnya yang menjadi pemicu tingginya kecelakaan kerja sektor konstruksi di Indonesia adalah terkait penggunaan bahan dan material. Tak jarang, perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi kualitas bahan dan material bangunan sehingga tidak memenuhi standar mutu yang baik.

  4. Buruknya kualitas peralatan konstruksi Tak hanya berkaitan dengan penggunaan material, pemakaian peralatan konstruksi dengan kualitas buruk juga menjadi pemicu kecelakaan kerja. Padahal, peralatan-peralatan yang digunakan pada sektor konstruksi seharusnya telah memenuhi sertifikasi standar mutu.

  5. Metode operasional konstruksi yang tidak sesuai standar safety Alasan yang kelima adalah tidak adanya praktik operasional konstruksi yang aman. Para pekerja menjalankan kewajibannya tanpa mengindahkan standar operasional yang berkaitan dengan K3.

Sertifikasi Ahli K3 Konstruksi Sebagai Upaya Menekan Angka Kecelakaan Kerja

Untuk bisa menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia, solusi utama yang perlu

dilakukan perusahaan adalah mengikutsertakan para karyawan dalam pelatihan

sertifikasi ahli K3 konstruksi. Melalui pelatihan tersebut, karyawan konstruksi dapat

mengetahui secara jelas bagaimana standar K3 di lokasi proyek pembangunan.


Selain itu, melalui pelatihan ini karyawan bisa tahu bahwa aspek K3 mencakup aspek

sangat luas. Dalam penerapan K3, pihak yang terlibat tidak hanya para pekerja di level

terbawah, melainkan setiap orang yang punya tanggung jawab dalam proyek tersebut,

termasuk di antaranya adalah para pimpinan perusahaan.


Untuk solusi pelatihan sertifikasi ahli K3 konstruksi, Anda tak perlu bingung.

Manfaatkan pelatihan K3 konstruksi dari Mutu Institute. Melalui pelatihan ini,

perusahaan Anda tidak hanya bisa menerapkan zero accident dalam setiap proyek,

tetapi juga berpengaruh pada performa karyawan secara menyeluruh.


Baca Juga : Pelatihan Ahli K3 Umum | Sertifikasi Insiden Investigasi

4 views